Langsung ke konten utama

Sejarah Desa

             Awal terjadinya Desa adalah terdiri dari beberapa fase yaitu :

1.    Penduduk pertama

               Depati Setio Nyato adalah dikenal seorang raja yang bertepat tinggal ditanah renah ( sekarang menjadi Desa Muaro Vanco Timur ) +- Tahun 1780 mengajak warganya mencari lahan baru untuk dijakan sawah maupun ladang untuk mengatasi perkembangan penduduk diwilayahnya, maka berangkatlah keutara menyembrang sungai batang masumai mengolah payo (payau)  di sungai gunggung dangkal untuk dijadikansawah dan ladang, secara beransur-ansur beranjak menuju ke arah utara lagi, yaitu daerah perbukitan yang meraka memberi nama : guguk tigo, guguk mudik dan aik dingin dan renah cempedak dan ada kearah muaro segegah setelah lahan pertama ditanami, kemudian berpindah dan bermukim  secara kelompok dan berpincar-pincar pada waktu itu, tentu kembali ketempat asalnya di Tanah Renah, misalnya pada saat hari-hari besar agama islam dan upacara adat tahunan makan jantung kerbau.

               Seiring pesatnya penduduk akhirnya sebagian tinggal menetap di ladangnya, ( cekal bekal penduduk Talang Segegah).

2.    Terbentuknya perkampungan.

Belanda tidak pernah masuk lansung kewilayah ini, namun melalui penduduk yang menjadi suruhannya pada Tahun 1915, memerintahkan penduduk yang berpencar-pencar tadi yang berada di ladang-ladang bernama durian dangkal, guguk tigo, guguk mudik dan aik dingin dipindahkan pada satu tempat bernama Renah Utan Udang, di Renah Utan Udang ini sudah ada satu rumah yang didirikan oleh tengku ABD Hamid  seorang pemuka agama islam, rumah ini disebur rumah Surau, berfungsi sebagai tempat tinggal tengku Abd Hamid sekaligus dijadikan tempat ibadah bagi pengikutnya, selanjutnya dibangun pula penampungan bagi pindahan dari tempat lain yang disebut rumah inggap, setelah di huni beberapa buah rumah kemudian berkembang.

Penduduk menyebut “Rumah Inggap” ini di dusun Talang Lembak/ bawah, dalam bagian ini ada yang disebut Talang Darat/atas. Pada tahun 1984 dusun lembak diganti menjadi dusun Talang satu.

3.    Asal Nama Talang Segegah

Talang artinya ladang, pergi meladang, yaitu pergi membuka lahan baru menetap sementara atau selamanya dilahan tersebut untuk bercocok tanam atau mengelola sawah, ladang yang sudah ditanam disebut umo.

Segegah artinya gagah atau tampan, gagah atau tampan ini adalah sebutan kepada mahluk halus JIN islam yang lebih dahulu menghuni kawasan ini  yang selalu menampak diri seperti manusia yang gagah atau tampan berpekaian jubah bersorban besarberwarna hitam, jin tersebut sering terlihat oleh penduduk kala itu, hingga datangnya ulama seperti haji sayo ( Abdurrahman ) yang dapat memindahkan jin tersebut.

Segegah juga sering disebut dengan nama sungai yang melintas ditengah Desa Talang Segegah, yaitu sungai batang segegah Gedang ( batang gah gedang) dan sungai batang gah kecik.

Penjajah belanda membetuk sistim pemerintahan ditingkat bawah yang diberi nama : “Kepala Kampung” Kepala Kampung diangkat dari orang terpandang dan disegani diwilyah nya dan berhenti atas kemauan sendiri atau meninggal dunia, Maka dalam sejarah Desa Talang Segegah tercatat beberapa kali terjadi pergantian kepemimpinan mulai zaman kolonial hindia belanda, penjajah jepang hingga saat ini. Kepala dipilih secara Demokrasi dimulai tahun 1984, berikut silsilah pimpinan didesa talang segegah sampai saat ini.


Komentar